Rabu, 29 September 2010

ITB

Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB 2010 akan dilaksanakan pada tanggal 28 - 30 Juli 2010. Informasi selengkapnya dapat diperoleh di situs resmi PMBP-ITB 2010.

UJIAN SARINGAN MASUK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TERPADU
(USM-ITB TERPADU) TAHUN AKADEMIK 2010/2011
ITB, sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia, seyogyanya menggunakan skema penerimaan mahasiswa baru yang memberikan alternatif lebih banyak kepada calon mahasiswa dalam menentukan pilihannya.
Pada tahun 2010, ITB akan melakukan penerimaan mahasiswa baru program sarjana dalam Ujian Saringan Masuk ITB (USM-ITB) Terpadu, yang meliputi enam program seleksi, yaitu :
  • Program Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP-ITB), yang terdiri atas :
    • PMBP-ITB 2010 di Daerah, diselenggarakan ITB secara mandiri di beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, Denpasar, Surabaya, dll) pada bulan Maret 2010
    • PMBP-ITB 2010 Terpusat, diselenggarakan ITB secara mandiri, di kota Bandung, pada tanggal 29 dan 30 Mei 2010. Pendaftaran PMBP-ITB 2010 Terpusat akan dimulai pada tanggal 19 April 2010.
  • Program Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB), untuk menjaring calon mahasiswa terbaik yang diajukan oleh instansi-instansi mitra ITB (Pemerintah Daerah, Perusahaan Mitra ITB, Instansi Pemerintah lainnya)
  • Program Seleksi Mahasiswa Transfer ITB (SMT-ITB), bagi para mahasiswa transfer dari universitas mitra ITB yang ingin melanjutkan pendidikan program sarjana di ITB, dan diajukan oleh universitas asalnya.
  • Program Seleksi Mahasiswa Internasional ITB (SMI-ITB), bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan asing yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi di ITB.
  • Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) , yang rencananya akan diadakan pada tanggal 16 - 17 Juni 2010, dilaksanakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
  • Jalur Beasiswa.
Di luar keenam program penerimaan mahasiswa baru tersebut diatas, ITB tidak melakukan proses Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana dengan cara lain, serta tidak melakukan perekrutan calon mahasiswa secara perorangan.
Pendidikan di ITB adalah pendidikan kesarjanaan yang memberikan penguasaan ilmu yang komprehensif disertai wawasan yang luas, dan dilengkapi dengan kesadaran akan pemanfaatannya, sehingga para lulusannya memiliki kemampuan dan naluri pengembangan dan/atau penerapannya, baik secara mandiri maupun dengan bekerjasama, termasuk kerjasama antar disiplin. Atas dasar itu, penerimaan mahasiswa di ITB, untuk semua jalur Ujian Saringan Masuk, dilaksanakan melalui penerimaan di tingkat Fakultas/Sekolah. Hal ini mungkin berbeda dengan beberapa universitas lain di Indonesia.
Pada tahun kedua, mahasiswa ditempatkan pada program studi yang diminatinya berdasarkan prioritas pilihannya, tempat yang tersedia, serta prestasi akademik yang dicapainya di tahun pertama perkuliahan. Kemungkinan bahwa seorang mahasiswa akhirnya dijuruskan pada program studi bukan pilihan utamanya dapat saja terjadi. Namun demikian karena pengelompokan program studi dalam suatu Fakultas/Sekolah didasarkan atas keserumpunan dan kontekstualitas keilmuan yang sama, maka perbedaan antara program studi yang satu dengan program studi yang lain di dalam Fakultas/Sekolah yang bersangkutan, tidak signifikan.
Selain itu lulusan pendidikan sarjana ITB disiapkan untuk menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan. Oleh karena itu setiap mahasiswa ITB jika menginginkan dapat mengambil mata kuliah dari program studi lain 10-30 % (tergantung pada ketentuan yang berlaku di program studi yang dimasukinya). Dengan demikian kesempatan untuk mengambil mata kuliah dari program studi yang menjadi pilihan utamanya tidak tertutup sama sekali, walaupun tidak sebanyak yang diinginkannya.
Dengan mempertimbangkan sistem pendidikan sarjana ITB tersebut, ITB menyarankan agar calon mahasiswa yang lebih menginginkan pendidikan vokasional, yaitu pendidikan yang lebih mengutamakan keahlian dalam bidangnya saja, atau hanya ingin masuk program studi tertentu saja, sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum memilih untuk mengikuti pendidikan di ITB ini.

Universitas Airlangga

Universitas Airlangga, adalah perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota Surabaya, Jawa Timur. Berdiri pada tahun 1954, Unair merupakan salah satu jajaran PTN terkemuka di Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 21.949 mahasiswa terdaftar di Unair. Pada tahun 2009, terdapat 13 fakultas dan program pascasarjana di Unair.
Unair menempati tiga kampus yang tersebar di Surabaya. Kampus A ( FK, FKG ) di Jl. Prof. Dr. Moestopo, Kampus B ( FE, FH, FF, FISIP, FPSI, FIB, Pasca Sarjana ) di Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya. Sedangkan Kampus C ( FSAINTEK, FKM, FKH, F KEPERAWATAN, F PERIKANAN DAN KELAUTAN, Kantor Manajemen ) terletak di kawasan Mulyorejo, Surabaya Timur.

Sejarah

Berdirinya Universitas Airlangga memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum Unair resmi didirikan, pada tanggal 9 dan 11 Oktober 1847, disampaikan usul kepada Pemerintah Kolonial Belanda untuk mendidik pemuda-pemuda Jawa yang berbakat menjadi ahli-ahli praktek kesehatan. Pada tanggal 2 Januari 1849, melalui Keputusan Pemerintah No. 22, didirikan NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) sebagai tempat pendidikan dokter di Surabaya. Sejak tahun 1913, pendidikan dokter di Surabaya berlangsung di Jl. Kedungdoro 38 Surabaya. Pada tahun 1923 gedung NIAS dipindah dari Jl. Kedungdoro ke tempat berdirinya Fakultas Kedokteran Unair di Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo Surabaya.
Kemudian Dr. Lonkhuizen, Kepala Dinas Kesehatan pada masa itu, mengajukan usulan untuk mendirikan Sekolah Kedokteran Gigi di Surabaya yang dirintis sejak bulan Juli 1928 hingga 1945. Ia mendapat persetujuan dari Dr. R.J.F. Van Zaben, Direktur NIAS. Berikutnya, sekolah tersebut lebih dikenal dengan nama STOVIT (School Tot Opleiding Van Indische Tandarsten). Kala itu, STOVIT berhasil mengumpulkan 21 orang siswa. Dalam perjalanannya, STOVIT berganti nama menjadi Ika Daigaku Shika dengan Dr. Takeda sebagai Direktur pertamanya, menjabat antara tahun 1942-1945.
Dua tahun kemudian, pemerintah Belanda mengambil alih dan kemudian mengganti namanya menjadi Tandheekunding Institute. Pada tahun 1948 sekolah ini berubah status menjadi Universitier Tandheelkunding Instituut (UTI). Di bawah otoritas Republik Indonesia Serikat (RIS), UTI kembali berganti nama menjadi LKIG (Institute of Dentistry) selama 4 tahun masa studi, di bawah pimpinan Prof. M. Knap dan Prof. M.Soetojo. Pada tahun 1948 Universitas Airlangga merupakan cabang dari Universitas Indonesia yang memiliki 2 fakultas, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.
Universitas Airlangga secara resmi berdiri pada tahun 1954 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57/1954 dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 November 1954, bertepatan dengan perayaan hari pahlawan yang kesembilan. Pada tahun yang sama pula berdiri Fakultas Hukum yang dulunya merupakan cabang dari Fakultas Hukum, Ekonomi dan Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Nama 'Airlangga' diambil dari nama raja yang memerintah Jawa Timur pada tahun 1019 hingga tahun 1042 yaitu Rakar Galu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramattungadewa atau dikenal dengan nama Prabu Airlangga.
Simbol Universitas Airlangga adalah burung Garuda tunggangan Wisnu yang membawa guci berisikan air “Amrta” yakni air kehidupan abadi. Simbol ini melambangkan Universitas Airlangga sebagai sumber ilmu yang senantiasa kekal.
Bendera Universitas Airlangga berwarna kuning dan biru. Warna kuning melambangkan keagungan, biru melambangkan ksatria dan jiwa yang mendalam. Warna-warna itu diambil dari warna selubung yang menutupi patung Wisnu pada upacara pendirian Universitas Airlangga oleh Presiden Pertama Republik Indonesia pada tanggal 10 Nopember 1954.

Fakultas dan program studi

[sunting] Diploma dan sarjana

  • Fakultas Kedokteran (FK)
    • S1 Pendidikan Dokter
    • S1 Pendidikan Bidan
    • D3 Analis Medis
    • D3 Rehabilitasi Medik/Fisioterapi
    • D3 Radiologi
    • D3 Pengobatan Tradisional

    • D3 Teknik Kesehatan Gigi
  • Fakultas Hukum (FH)
    • S1 Ilmu Hukum
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
    • S1 Ilmu Ekonomi
    • S1 Ekonomi Syariah
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • Pendidikan Profesi Akuntansi
    • D3 Akuntansi
    • D3 Perpajakan
    • D3 Manajemen Pemasaran
    • D3 Manajemen Perhotelan
    • D3 Manajemen Perbankan
    • D3 Manajemen Kesekretariatan dan Perkantoran
  • Fakultas Farmasi (FF)
    • S1 Farmasi
  • Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)
    • S1 Kedokteran Hewan
    • D3 Kesehatan Ternak Terpadu
  • Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)
    • S1 Sosiologi
    • S1 Antropologi Sosial
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Ilmu Politik
    • S1 Ilmu Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Administrasi Negara
    • S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan
    • D3 Teknisi Perpustakaan ( PSTP )
    • D3 Pariwisata Perhotelan
    • D3 Perjalanan Wisata
  • Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) [1]
Proses lahirnya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga diawali melalui pengembangan Lembaga Ilmu Dasar MIPA (Basic Natural Science/BNS) di Fakultas Kedokteran. Lembaga ini merupakan salah satu lembaga yang dikembangkan sesuai rencana induk pengembangan Universitas Airlangga tahun 1970-1979. Selanjutnya dari pengembangan lembaga ini, dengan didukung ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) serta peralatan yang memadai, lahir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga.
Fakultas MIPA Universitas Airlangga berdiri secara resmi melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor: 6400/PT.03.9/T/1982 tanggal 1 Juli 1982, yang kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden R.I. Nomor: 56/1982 tanggal 7 September 1982 tentang Struktur Organisasi Universitas Airlangga. Pendirian program studi di Fakultas MIPA Unair diresmikan melalui Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0556/D/1982 (Lampiran 1), yakni prodi S-1 Biologi, Fisika, Kimia dan Matematika. Semua prodi tersebut telah terakreditasi dari BAN PT melalui surat keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi untuk program studi Fisika Nomor : 3920/Ak-I-III-022/UABFGA/VIII/2000, Kimia Nomor: 00345/AK-2-III-018/UABKHM/ 2000, Matematika Nomor: 03343/Ak-2-III-016/UABQMT/VIU/2000, dan Biologi Nomor: 0015/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 (Lampiran 2).
Pada tahun akademik 1985/1986 hingga 1990/1991, Fakultas MIPA Unair bersama 8 FMIPA PTN yang lain ditugasi menyelenggarakan pendidikan D-3 kependidikan MIPA, yakni berdasarkan surat keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Dikbud Nomor: 68/DIKTI/Kep/1987. Pada tahun akademik 1999/2000 dibuka program diploma (D-1 dan D-3) Sistem Informasi di bawah jurusan Matematika dan pada tahun akademik 2002/2003 dibuka program diploma D-3 Otomasi Sistem Instrumentasi di bawah jurusan Fisika, ketiga program diploma tersebut diresmikan berdasar izin penyelenggaraan berdasar surat Dirjen Dikti No. 1325/D/T/2002 tanggal 5 juli 2002. Pada Meni 2008 FMIPA UNAIR berganti nama menjadi Fakultas Sains dan Teknologi.

Program Studi
    • S3 Matematika dan IPA
    • S2 Biologi [2]
    • S2 Kimia [3]
    • S1 Matematika [4]
    • S1 Fisika [5]
    • S1 Kimia [6]
    • S1 Biologi [7]
    • S1 Sistem Informasi [8]
    • S1 Tekno Biomedik
    • S1 Ilmu dan Teknologi Lingkungan
    • D3 Sistem Informasi [9]
    • D3 Otomasi Sistem Instrumentasi [10]
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
    • S1 Kesehatan Masyarakat
    • D3 Higiene Perusahaan, Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja
  • Fakultas Psikologi (FAPSI)
    • S1 Psikologi
    • S2 Profesi Psikologi
  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga semula masih berupa Jurusan Bahasa dan Sastra yang terdiri dari dua program studi yaitu Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Indonesia. Kedua program ini berdiri pada tahun 1988 dibawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pada tahun 1998 program studi Ilmu Sejarah menyusul kedua program studi lainya sehingga Jurusan Bahasa dan Sastra mempunyai tiga program studi. Selanjutnya pada akhir tahun 1998 terbitlah SK Mendikbud No. 290/0/1998 Tentang Pendirian Fakultas Sastra Universitas Airlangga. Maka sejak tahun 1998 Fakultas Sastra Universitas Airlangga secara resmi dibuka. Sesuai dengan rencana strategis pengembangan Fakultas Sastra, maka berturut-turut dibuka secara resmi: Program Studi Bahasa Inggris D3 (2000) dan Program Studi Sastra Jepang S1 (2006). Seiring dengan berubahnya status Universitas Airlangga menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), maka Fakultas Sastra pun melakukan penyesuaian di berbagai bidang, antara lain dengan perubahan nama fakultas. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga nomor 3292/J03/OT/2008, nama Fakultas Sastra berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Saat ini Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menempati gedung sendiri yang berada di Kampus B: Jalan Dharmawangsa Dalam Surabaya. Dekan Pertama: Prof. Wahjoedi, S.H. (1998-2002), Dekan Kedua: Drs. Heru Supriyadi (2002-2006), Dekan ketiga: Drs. Aribowo, M.S. (2007- sekarang).
Fakultas ILMU BUDAYA
    • S1 Sastra Indonesia
    • S1 Sastra Inggris
    • S1 Sastra Jepang [11]
    • S1 Ilmu Sejarah 
    • D3 Bahasa Inggris
  • Fakultas KEPERAWATAN
    • S1 Ilmu Keperawatan
    • D4 Perawat Pendidikan (kerja sama dengan Depkes)
  • Fakultas PERIKANAN DAN KELAUTAN
    • S1 Budidaya Perairan
    • D3 Budidaya Perikanan

[sunting] Pasca sarjana

  • Ilmu Kedokteran Dasar
  • Imu Kesehatan Gigi
  • Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • Ilmu Kesehatan Olahraga
  • Ilmu Kesehatan Reproduksi
  • Ilmu Farmasi
  • Biologi Reproduksi
  • Imunologi
  • Ilmu Hukum
  • Ilmu Manajemen
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Pengembangan SDM
  • Ilmu Kedokteran Tropis
  • Magister Manajemen
  • Magister Akuntansi
  • Magister Hukum
  • Administrasi Kebijakan dan Kesehatan
  • Magister Notariat

[sunting] Doktor

  • Ilmu Kedokteran
  • Matematika dan Sain
  • Ilmu Hukum
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Sosial












UNIVERSITAS GAJAH MADA

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada (bahasa Inggris: Gajah Mada University) merupakan universitas negeri tertua di Indonesia, terletak di Yogyakarta. Didirikan pada 19 Desember 1949, Gadjah Mada merupakan universitas pertama yang didirikan setelah Indonesia merdeka.
Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana (dahulu bernama Program Pascasarjana), dan lebih dari 100 Program Studi untuk S-2,S-3, dan Spesialis. Universitas Gadjah Mada berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Pembentukan

Ditilik dari sejarahnya, Universitas Gadjah Mada merupakan penggabungan dan pendirian kembali dari berbagai balai pendidikan, sekolah tinggi, perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, Klaten dan Surakarta.
Nama Gadjah Mada berawal dari dibentuknya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang terdiri dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan. Pendirian diumumkan di Gedung KNI Malioboro pada tanggal 3 Maret 1946 oleh Mr. Boediarto, Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Mr. Soenario, Dr. Soleiman, Dr. Buntaran dan Dr. Soeharto.
Sejak 4 Januari 1946 Soekarno dan Hatta memindahkan ibukota Republik Indonesia ke Yogyakarta. Dengan maraknya pertempuran antara pejuang kemerdekaan dan Sekutu serta NICA di Jakarta dan Bandung, maka Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung ikut pindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 17 Februari 1946, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung dihidupkan kembali di Yogyakarta dengan para pengajarnya antara lain Prof. Ir. Rooseno dan Prof. Ir. Wreksodhiningrat.
Lembaga pendidikan lain yang berdiri pada waktu yang hampir bersamaan adalah Perguruan Tinggi Kedokteran (berdiri 5 Maret 1946), Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan (berdiri 20 September 1946), Sekolah Tinggi Farmasi (berdiri 27 September 1946), dan Perguruan Tinggi Pertanian (berdiri 27 September 1946) yang kesemuanya berada di Klaten, sekitar 20 kilometer dari Yogyakarta.
Institut Pasteur di Bandung sejak 1 September 1945, turut pula dipindahkan ke Klaten dengan laboratorium di Rumah Sakit Tegalyoso. Salah seorang yang berperan dalam pemindahan ini adalah Prof. Dr. M. Sardjito yang kelak menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada yang pertama. Kehidupan kampus di Klaten semakin ramai dengan berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi pada awal 1948.
Pada awal Mei 1948, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan mendirikan Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta atas usul Kementerian Dalam Negeri untuk mendidik calon-calon pegawai Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan Departemen Penerangan. Akademi ini awalnya dipimpin oleh Prof. Djokosoetono, S.H. Sayangnya akademi ini tidak berumur panjang, setelah pemberontakan PKI Madiun meletus, September 1948, akademi ini ditinggalkan para mahasiswanya yang ikut menumpas pemberontakan sehingga akademi ini ditutup.
Selanjutnya pada 1 November 1948 didirikan Balai Pendidikan Ahli Hukum di Surakarta, sebagai hasil kerja sama Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dengan Kementerian Kehakiman. Bersamaan dengan itu Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta, yaitu Drs. Notonagoro, S.H., Koesoemadi, S.H. dan Hardjono, S.H. di Surakarta merencanakan mendirikan Sekolah Tinggi Hukum Negeri. Demi efisiensi, Panitia mengusulkan penggabungan Balai Pendidikan Ahli Hukum ke dalam Sekolah Tinggi Hukum Negeri yang akhirnya disetujui dan disahkan oleh Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 1948.
Serangan Belanda ke ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta dalam rangka Agresi Militer Belanda II melumpuhkan semua kegiatan belajar mengajar di Yogyakarta, Klaten dan Surakarta dan semua perguruan tinggi tersebut terpaksa ditutup dan para mahasiswa ikut berjuang.
Setelah serangan Belanda, wilayah Republik Indonesia menjadi semakin sempit. Pada tanggal 20 Mei 1949, diadakan rapat Panitia Perguruan Tinggi, di Pendopo Kepatihan Yogyakarta yang dipimpin oleh Prof. Dr. Soetopo, dengan anggota rapat antara lain, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Dr. M. Sardjito, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Wreksodhiningrat, Prof. Ir. Harjono, Prof. Sugardo dan Slamet Soetikno, S.H. Salah satu hasil rapat adalah pendirian perguruan kembali di wilayah republik yang masih tersisa, yaitu Yogyakarta. Disepakati Prof. Ir. Wreksodhiningrat, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Harjono dan Prof. Dr. M. Sardjito akan berusaha keras mewujudkannya. Kesulitan utama saat itu adalah tidak adanya ruangan untuk kuliah. Namun Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersedia meminjamkan ruangan keraton dan beberapa gedung di sekitarnya.
Tanggal 1 November 1949, di Kompleks Peguruan Tinggi Kadipaten, Yogyakarta, berdiri kembali Fakultas Kedokteran Gigi dan Farmasi, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran. Pembukaan ketiga fakultas ini dihadiri oleh Presiden Soekarno. Pada upacara pembukaan diadakan sebuah renungan bagi para dosen dan mahasiswa yang telah gugur dalam peperangan melawan Belanda, yaitu: Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Ir. Notokoesoemo, Roewito, Asmono, Hardjito dan Wurjanto.
Tanggal 2 November 1949, Fakultas Teknik, Akademi Ilmu Politik serta Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan yang berada di bawah naungan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada ikut diresmikan.
Tanggal 3 Desember 1949 dibuka Fakultas Hukum di Yogyakarta dengan pimpinan Prof. Drs. Notonagoro, S.H.. Fakultas ini merupakan pindahan Sekolah Tinggi Hukum Negeri Solo.
Akhirnya tanggal 19 Desember 1949, lahirlah Universitas Gadjah Mada dengan enam fakultas. Menurut Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949, keenam fakultas tersebut adalah:
  1. Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti);
  2. Fakultas Kedokteran, yang di dalamnya termasuk bagian Farmasi, bagian Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat;
  3. Fakultas Pertanian di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan;
  4. Fakultas Kedokteran Hewan;
  5. Fakultas Hukum, yang di dalamnya termasuk Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi;
  6. Fakultas Sastra dan Filsafat, yang di dalamnya termasuk Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.
Sebagai Rektor yang pertama (Presiden) ditetapkan Prof. Dr. M. Sardjito. Pada saat yang sama juga ditetapkan Senat UGM dan Dewan Kurator UGM. Dewan Kurator UGM terdiri dari Ketua Kehormatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Ketua adalah Sri Paku Alam VIII, seorang wakil ketua dan anggota.

Fakultas

Berikut ini adalah fakultas-fakultas dan jurusan-jurusan yang ada di UGM. Jurusan adalah level terendah dari struktur organisasi. Di bawah jurusan, terdapat program-program studi dalam berbagai jenjang.
  • Fakultas Biologi
  • Fakultas Ekonomika dan Bisnis
    • Jurusan Ilmu Ekonomi
    • Jurusan Manajemen
    • Jurusan Akuntansi
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Filsafat
  • Fakultas Geografi
    • Jurusan Geografi dan Ilmu Lingkungan
    • Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh
    • Jurusan Pembangunan Wilayah
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Ilmu Budaya
    • Jurusan Antropologi
    • Jurusan Arkeologi
    • Jurusan Sastra Asia Barat
    • Jurusan Ilmu Sejarah
    • Jurusan Sastra Indonesia
    • Jurusan Sastra Inggris
    • Jurusan Sastra Jepang
    • Jurusan Bahasa Korea
    • Jurusan Sastra Nusantara
    • Jurusan Sastra Prancis
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Kedokteran Gigi
  • Fakultas Kedokteran Hewan
  • Fakultas Kehutanan
    • Jurusan Manajemen Hutan
    • Jurusan Budidaya Hutan
    • Jurusan Teknologi Hasil Hutan
    • Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan
  • Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
    • Jurusan Fisika
    • Jurusan Kimia
    • Jurusan Matematika
    • Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika
  • Fakultas Pertanian
    • Jurusan Budidaya Pertanian
    • Jurusan Perlindungan Tanaman
    • Jurusan Tanah
    • Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
    • Jurusan Perikanan
    • Jurusan Mikrobiologi Pertanian
  • Fakultas Peternakan
    • Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak
    • Jurusan Produksi Ternak
    • Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan
    • Jurusan Teknologi Hasil Ternak
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Teknik
    • Jurusan Arsitektur
    • Jurusan Teknik Fisika
    • Jurusan Perencanaan Wilayah dan Tata Kota
    • Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
    • Jurusan Teknik Geologi
    • Jurusan Teknik Geodesi Geomatika
    • Jurusan Teknik Mesin dan Industri
    • Jurusan Teknik Kimia
    • Jurusan Teknik Sipil
  • Fakultas Teknologi Pertanian
    • Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
    • Jurusan Teknik Pertanian
    • Jurusan Teknologi Industri Pertanian

UNIVERSITAS INDONESIA

Universitas Indonesia, disingkat UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terdapat dibagian Utara dari Depok, Jawa Barat, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Salemba di Jakarta Pusat.
Universitas Indonesia adalah lembaga pendidikan terdepan dan Universitas paling bergengsi di Indonesia [2], dengan ranking yang tertinggi di Indonesia pada peringkat Times Higher Education Supplement World University Rankings of 2006 [3] UI mendapat rangking 395 di THES World University Rankings of 2007, di antara 11000 universitas yang dinilai di seluruh dunia[3]. Pada bulan Oktober 2008, UI menduduki peringkat ke-287 di antara top university di dunia[3] dan pada tahun 2009 menduduki peringkat ke-50 besar di Asia [4]. Pada bulan Oktober 2009, UI menduduki peringkat ke-201 di antara top university di dunia[3]

Sejarah


Gedung Geneeskundige Hogeschool di Batavia (1927)

Gedung rektorat yang sering dijadikan ikon UI.
Sejarah Universitas Indonesia dapat ditelusuri sejak tahun 1851. Ketika itu, pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk menghasilkan asisten dokter tambahan. Pelajar di sekolah itu mendapatkan pelatihan kedokteran selama dua tahun. Lulusannya diberikan sertifikat untuk melakukan perawatan-perawatan tingkat dasar serta mendapatkan gelar Dokter Jawa (Javanese Doctor), bergelar demikian karena dokter ini hanya diberi izin untuk membuka praktek di wilayah Hindia Belanda, terutama di pulau Jawa. Pada tahun 1864, program pendidikan tersebut ditambah waktunya menjadi tiga tahun, dan pada tahun 1875 menjadi 7 tahun. Gelar yang diberikan pun berubah menjadi Dokter Medis (Medical Doctor)
Pada tahun 1898, pemerintah kolonial mendirikan sekolah baru untuk melatih tenaga medis, yaitu STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). Pendidikan di STOVIA berlangsung selama 9 tahun: 3 tahun setingkat SMP, tiga tahun setingkat SMA, dan tiga tahun lainnya setingkat Diploma. Banyak lulusan STOVIA yang kemudian memainkan peranan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1924 pemerintah kolonial mendirikan RHS (Rechts Hogeschool) yang bertujuan untuk memenuhi tenaga administrasi sipil rendahan. RHS inilah yang menjadi cikal-bakal Fakultas Hukum UI. Pada tahun 1927 mengubah status dan nama STOVIA menjadi GHS (Geneeskundige Hogeschool). Gedung pendidikan dan pelatihan kedokteran yang digunakan GHS menjadi gedung Fakultas Kedokteran UI saat ini. Banyak alumni GHS yang kemudian berperan besar dalam pendirian Universitas Indonesia.
Setelah kemerdekaan Indonesia dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Badan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) didirikan di Jakarta. BPTRI memiliki tiga fakultas, yaitu Kedokteran dan Farmasi, Sastra, dan Hukum. Pada tahun yang sama, institusi ini berhasil meluluskan 90 orang sebagai dokter. Ketika tentara kolonial Belanda kembali menguasai Jakarta di akhir tahun 1945, BPTRI dipindahkan ke Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Pada tanggal 21 Juni 1946 NICA mendirikan sebuah Nood Universiteit atau Universitas Sementara di Jakarta. Pada tanggal 21 Maret 1947, nama Nood Universiteit diganti menjadi Universiteit van Indonesie (UVI). Akhirnya, setelah Jakarta berhasil diambil alih kembali, pemerintah mengembalikan BPTRI ke Jakarta dan menggabungkannya dengan Universiteit van Indonesie, dan memberinya nama baru Universiteit Indonesia (UI).
UI secara resmi memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertamanya Ir. R.P Soerachman Tjokroadisoerio. Kantor Presiden Universiteit Indonesia mula-mula berkedudukan di Jakarta, tepatnya di gedung Fakultas Kedokteran di Jl Salemba Raya no. 6, kemudian dipindahkan ke salah satu bangunan bekas pabrik madat di Jl. Samlemba Raya no. 4, Jakarta. Tanggal 2 Februari 1950 kemudian dijadikan hari kelahiran Universitas Indonesia.
Awalnya, UI memiliki 9 fakultas dan 3 lembaga yang tersebar di lima kota, yaitu Fakulteit Kedokteran, Fakulteit Ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, serta Fakulteit Sastra dan Filsafat di Jakarta; Fakulteit Ilmu Alam dan Ilmu Pasti, Fakulteit Ilmu Pengetahuan Teknik, dan Lembaga Pendidikan Guru Menggambar di Bandung; Fakulteit Pertanian dan Fakulteit Kedokteran Hewan di Bogor; Fakulteit Ekonomi di Makassar; Fakulteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi di Surabaya.
Pada tahun 1955, Undang-Undang No. 10 tentang pengubahan kata universiteit, universitet, dan universitit disyahkan, sehingga sejak itu, Universiteit Indonesia secara resmi diubah namanya menjadi Universitas Indonesia.
Berangsur-angsur fakultas-fakultas yang berada di daerah memisahkan diri membentuk lembaga pendidikan yang berdiri sendiri. Pada tanggal 2 Maret 1959 Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam di Bandung terbentuk dan berkembang menjadi Institut Teknologi Bandung. Selanjutnya pada 1 September 1963 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan UI memisahkan diri pula menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kini menjadi perguruan tinggi pertanian terkemuka bertaraf internasional. Fakultas di Surabaya menjadi Universitas Airlangga dan di Makassar menjadi Universitas Hasanuddin. Pada 1964 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta dan kini berubah kembali menjadi Universitas Negeri Jakarta.
Ketika Orde Baru dimulai pada tahun 1966, pemerintah menunjuk beberapa guru besar UI untuk menduduki jabatan menteri dengan tujuan untuk memulihkan kembali situasi ekonomi nasional. Sejak saat itu, UI secara konstan telah memberikan kontribusi nyata pada usaha-usaha pemerintah untuk meraih kemakmuran nasional.
Pada tanggal 26 Desember 2000 melalui Peraturan Pemerintah RI Nomor 152 tahun 2000, UI ditetapkan sebagai perguruan tinggi negeri mandiri berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dalam status tersebut, UI wajib lebih mengedepankan kinerja pengelolaan sebuah universitas publik dengan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi.

Kampus

 

Salemba

Kampus Salemba terletak di daerah Salemba, Jakarta Pusat [5]. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan beberapa program pascasarjana, program Ekstensi dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, serta laboratorium Fakultas Teknik.

Depok

Kampus Depok, terletak di Kota Depok, Jawa Barat [6], dibangun pada pertengahan tahun 1980-an untuk mengakomodasi modernisasi universitas. Saat ini, Kampus Depok adalah kampus utama Universitas Indonesia. Sebagian besar fakultas di UI (MIPA, Teknik, Psikologi, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Pengetahuan Budaya, Ilmu Komputer, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan) berada di sini. Kampus Depok dilewati oleh rel kereta Jakarta-Bogor sehingga mahasiswa mendapatkan kemudahan transportasi.
Perpustakaan Pusat Universitas juga terletak di sini. Selain itu terdapat pula berbagai fasilitas lain seperti Pusat Administrasi Universitas, Pusat Kegiatan Mahasiswa, gymnasium, stadion, lapangan hoki, penginapan (Wisma Makara), agen perjalanan Makara Tour & Travel, dan asrama

Fakultas

Program studi di UI dikelola oleh 12 fakultas dan 1 program pascasarjana. Fakultas-fakultas tersebut adalah:




UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Universitas Brawijaya adalah sebuah universitas negeri di Kota Malang, Indonesia.
Universitas Brawijaya (disingkat UB) diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata mulai Program Pendidikan Vokasi (Diploma), Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor selain Program Spesialis dan Program Pendidikan Profesi yang tersebar dalam 12 Fakultas dan 2 Program.
Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.

Sejarah

Kantor Pusat Universitas Brawijaya (1963 - 1974)
Kantor Pusat Universitas Brawijaya (1974 - 1982)
Nama Universitas Brawijaya diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Nama ini berasal dari gelar Raja-Raja Majapahit yang merupakan kerajaan besar di Indonesia pada abad 12 sampai 15. Universitas Brawijaya dinegerikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 196 tahun 1963 dan berlaku sejak 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya. Perjalanan Universitas Brawijaya sebelum dinegerikan diawali pada tahun 1957 di Malang berdiri cabang Universitas Sawerigading Makassar yang hanya terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1960 diganti namanya menjadi Universitas Kotapraja Malang. Dibawah naungan Universitas tersebut beberapa bulan berikutnya terdapat tambahan dua fakultas yaitu Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Universitas Kotapraja Malang inilah yang kemudian diganti namanya menjadi Universitas Brawijaya.
Pada saat dinegerikan, Universitas Brawijaya hanya mempunyai 5 fakultas yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ketatanegraan dan Ketataniagaan (FKK merupakan perluasan dari FAN dan saat ini namanya adalah Fakultas Ilmu Administrasi - FIA), Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). FKHP kemudian dipecah menjadi dua fakultas pada tahun 1973, yaitu Fakultas Peternakan (FPt) yang berada di Universitas Brawijaya dan Fakultas Kedokteran Hewan yang berada dibawah naungan Universitas Airlangga. Fakultas Teknik (FT) berdiri tahun 1963 berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 167 tahun 1963 tertanggal 23 Oktober 1963.
Berdasarkan SK Presiden Nomor 59 tahun 1982 tanggal 7 September 1982 tentang struktur organisasi Universitas Brawijaya, Fakultas Perikanan (FPi) menjadi fakultas tersendiri karena sejak tahun 1977 digabung menjadi satu dengan Fakultas Peternakan dengan nama Fakultas Peternakan dan Perikanan. Sebagai catatan bahwa Fakultas Perikanan telah berdiri sejak tahun 1963 di Probolinggo yang merupakan Jurusan dari FKHP Universitas Brawijaya. Fakultas Kedokteran (FK) secara resmi berada di bawah Universitas Brawijaya sejak tahun 1974 setelah sejak berdirinya tahun 1963 dibawah Yayasan Perguruan Tinggi Jawa Timur. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Universitas Brawijaya menambah satu lagi fakultas yaitu Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang merupakan peningkatan status dari Jurusan Teknologi Pertanian yang sebelumnya berada di Fakultas Pertanian.

Perubahan singkatan UNIBRAW menjadi UB

Melalui suratnya yang bernomor 09343/J10/LL/2008, tanggal 24 Maret 2008, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyatakan bahwa memperhatikan saran dari pihak sivitas akademika dan masyarakat serta memahami semakin banyaknya penggunaan singkatan UB oleh kedua pihak tersebut, maka Senat Universitas Brawijaya mulai tanggal 17 Maret 2008 telah menetapkan singkatan UNIBRAW menjadi UB. Penggunaan singkatan tersebut baik untuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia maupaun Bahasa Inggris. Keputusan Senat Universitas Brawijaya tersebut secara resmi menetapkan singkatan UNIBRAW menjadi UB. Perubahan ini juga diperuntukkan untuk mendukung proses internasionalisasi Universitas Brawijaya.

Fakultas

* Fakultas Hukum[1]
    • Ilmu Hukum
* Fakultas Ekonomi dan Bisnis[2]
    • Ilmu Ekonomi
    • Manajemen
    • Akuntansi
    • Keuangan dan Perbankan
    • Ekonomi dan Bisnis Islam
    • Pendidikan Profesi Akuntansi
* Fakultas Ilmu Administrasi[3]
    • Ilmu Administrasi Bisnis
    • Ilmu Administrasi Publik
    • Bisnis Internasional
    • Administrasi Perpajakan
    • Perencanaan Pembangunan
    • Ilmu Administrasi Pemerintahan
* Fakultas Pertanian[4]
    • Agribisnis
    • Agroekoteknologi
* Fakultas Peternakan[5]
    • Peternakan
* Fakultas Teknik[6]
    • Teknik Elektro
    • Teknik Mesin
    • Teknik Informatika
    • Teknik Pengairan
    • Teknik Sipil
    • Teknik Industri
    • Teknik Arsitektur
    • Perencanaan Wilayah dan Kota
* Fakultas Kedokteran[7]
    • Pendidikan Dokter
    • Ilmu Keperawatan
    • Ilmu Gizi
    • Pendidikan Dokter Gigi
    • Farmasi
    • Kebidanan
* Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
    • Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
    • Teknologi Hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Perikanan
    • Budidaya Perairan
    • Manajemen Sumberdaya Perairan
    • Ilmu Kelautan
    • Manajemen Bisnis Kelautan dan Perikanan
* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam[8]
    • Kimia
    • Fisika
    • Biologi
    • Matematika
    • Statistika
    • Ilmu Komputer
    • Ilmu Instrumentasi
    • Geofisika
* Fakultas Teknologi Pertanian[9]
    • Teknologi Hasil Pertanian
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Teknik Pertanian
* Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik[10]
    • Sosiologi
    • Komunikasi
    • Hubungan Internasional
    • Psikologi
    • Ilmu Politik
* Fakultas Ilmu Budaya[11]
    • Sastra Inggris
    • Sastra Jepang
    • Bahasa dan Sastra Perancis
* Program Kedokteran Hewan
    • Pendidikan Dokter Hewan
* Program Pendidikan Vokasi
* Program Pascasarjana

Jumlah Mahasiswa

Selama 5 tahun terakhir, jumlah mahasiswa terdaftar (JMT) Universitas Brawijaya selalu mengalami kenaikan. tahun 1999/2000 sebesar 13,54%, tahun 2000/2001 sebesar 8,11%, tahun 2002/2003 sebesar 4,13%. Sedangkan pada tahun 2003/2004 terdaftar 32.602 orang atau mengalami kenaikan sebesar 3,19% dari JMT tahun sebelumnya.
Pada semester ganjil tahun akademik 2003/2004, Universitas Brawijaya memiliki 32.602 orang mahasiswa, dengan rincian sebagai berikut: · Program Diploma I, III = 3.669 orang · Program Politeknik = 3.495 orang · Program Diploma IV Gizi = 30 orang · Strata Satu (S-1) = 16.546 orang · Strata Satu (S-1) Ekstensi = 6.412 orang · Program Pascasarjana = 2.450 orang

Peringkat Perguruan Tinggi & Jumlah Dosen

Universitas Brawijaya pada 10 Januari 2009 mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melalui Keputusan BAN PT No. 015/BAN-PT/Ak-II/Inst/I/2009. Dengan demikian, UB adalah 1 dari 2 perguruan tinggi di Jawa Timur yang terakreditasi A yaitu bersama ITS.
Peringkat Universitas Brawijaya pada tahun 2010 adalah peringkat 2026 di dunia dan peringkat 10 di Indonesia versi Webometrics, peringkat 500-600 di dunia dan peringkat 10 di Indonesia versi The QS, peringkat 972 di dunia dan peringkat 6 di Indonesia versi 4 ICU.
Pada Jumlah Dosen Tetap 1.424 orang, dengan jenjang pendidikan tertinggi : S-1 : 315 orang S-2 : 768 orang S-3 : 341 orang

Rabu, 22 September 2010

100 Peringkat Universitas di Indonesia

Peringkat Baru Webometrics Juli 2010. webometrics adalah pemeringkatan universitas terbaik di dunia.

Pada bulan Juli 2010 Webometrics kembali merilis daftar universitas terbaik di dunia.
Untuk universitas terbaik di Indonesia ditempati oleh ITB.
Inilah daftar lengkap dan peringkat 100 universitas terbaik di Indonesia!

Cybermetrics Lab, kelompok peneliti Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), institusi penelitian publik terbesar di Spanyol telah mengumumkan peringkat Webometrics edisi Juli 2010.
Pada edisi Juli 2010 diumumkan 12.000 dari 20.000 perguruan tinggi dunia (Januari 2010: 8.000 dari 18.000).

No Dunia
1 569 Institute of Technology Bandung
2 611 Universitas Gadjah Mada
3 789 University of Indonesia
4 813 Gunadarma University
5 1117 Petra Christian University
6 1127 Bogor Agricultural University
7 1348 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
8 1474 Airlangga University
9 1517 Diponegoro University
10 1520 Universitas Sebelas Maret
11 1724 Universitas Islam Indonesia
12 1744 Universitas Negeri Malang
13 1834 Universitas Padjadjaran
14 2085 Brawijaya University
15 2087 Universitas Sriwijaya
16 2182 Indonesia University of Education
17 2310 Universitas Muhammadiyah Malang
18 2317 Informatics and Computer College Stmik Amikom
19 2356 Universitas Sumatera Utara
20 2495 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
21 2609 Universitas Lampung
22 2611 Bina Nusantara University
23 2754 Universitas Negeri Semarang
24 2798 Universitas Udayana
25 2845 Universitas Muhammadiyah Surakarta
26 2927 Yogyakarta State University
27 3092 Universitas Hasanuddin University
28 3229 Andalas University
29 3242 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
30 3574 Universitas Tarumanagara
31 4024 Universitas Mercu Buana
32 4104 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta
33 4183 Universitas Katolik Parahyangan
34 4249 ISI Denpasar
35 4293 Atma Jaya Yogyakarta University
36 4307 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
37 4318 Universitas Trisakti
38 4427 Universitas Surabaya
39 4532 Duta Wacana Christian University
40 4696 Universitas Jember
41 4756 Universitas Terbuka
42 5213 Universitas Riau Beranda
43 5287 Ahmad Dahlan University
44 5387 Universitas Sanata Dharma
45 5721 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)
46 5741 Unikom
47 5856 Maranatha Christian University
48 6023 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel
49 6210 Universitas Jenderal Soedirman
50 6522 Institut Sains & Teknologi Akprind
51 6686 Universitas Paramadina
52 6687 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
53 6932 Universitas Dian Nuswantoro
54 7090 Universitas Kristen Satya Wacana
55 7124 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
56 7141 ABFI Institute Perbanas
57 7325 Universitas Negeri Padang
58 7353 Universitas Sam Ratulangi
59 7386 Universitas Malikussaleh
60 7518 Universitas Negeri Jakarta
61 7679 Universitas Ciputra
62 7815 Universitas Bina Darma
63 7998 Islamic University of Jakarta
64 8029 Universitas Al Azhar
65 8050 Universitas Mulawarman
66 8105 Widya Manadala Catholic University
67 8280 Universitas Katolik Soegijapranata
68 8325 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
69 8330 Universitas Bengkulu
70 8338 Universitas Negeri Makassar
71 8376 STIKOM Surabaya
72 8401 Universitas Esa Unggul (Universitas Indonusa)
73 8449 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
74 8623 Islamic University of Sultan Agung
75 8663 Universitas Pelita Harapan
76 8915 Politeknik Negeri Malang
77 8924 University Dr Soetomo Surabaya
78 8963 Universitas Islam Bandung
79 9048 Wijaya Kusuma University Surabaya
80 9061 Universitas Tanjungpura
81 9141 Universitas Islam Nusantara
82 9145 Prasetiya Mulya Business School
83 9243 Universitas Negeri Gorontalo
84 9257 Universitas Jambi
85 9284 Widya Gama University Malang
86 9332 Universitas Bangka Belitung
87 9388 Universitas Negeri Medan
88 9397 Universitas Negeri Surabaya
89 9511 Institut Seni Indonesia Indonesia Institute of the Arts
90 9617 Politeknik Negeri Pontianak
91 9709 Universitas Widyatama
92 9752 Universitas Mataram
93 9835 Universitas Yarsi
94 9851 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
95 9865 Syiah Kuala University
96 9868 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
97 9976 Universitas Pasundan
98 10001 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
99 10018 STMIK Akakom Yogyakarta
100 10038 Politeknik Unand

Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.

* Topologi bintang
* Topologi cincin
* Topologi bus
* Topologi mesh
* Topologi pohon

Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.



http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan